PEMBAGIHAN FI’IL DENGAN MELIHAT PENGAMALANNYA
Fi’il itu dibgi menjadi dua yaitu :
1. FI’IL MUTA’ADI
Yaitu lafadz yang bisa difahami dengan adanya maf’ul bih kalau dibandingkan dengan bahasa Indonesia fi’il muta’adi itu sama dengan kata kerja transitif (kata kerja yang memerlukan penderita/objek)
Jadi dengan adaya maf’ul lafadz tersebut baru bisa dipaham oleh mukhotob. Contohnya seperti lafadz ضرب زيد عمرا Zaid sudah memukul amar. (Ndah neo lorone yo dipukul) lafadz ضرب ini menjadi fi’il (hayo fi’il opo…..? “fi’il madhi pak “ ternyata pinter2 kelas siji) lafadz زيد ini menjadi fa’il (subjek) (piye yo hukume fa’il? Mesti wes podo ngerti kabeh iki) dan lafadz عمرا menjadi maf’il (objek)
2. FI’IL LAZIM
Yaitu lafadz yang sudah bisa difahami tanpa adanya maf’ul bih kalau dibandingkan dengan bahasa Indonesia fi’il muta’adi itu sama dengan kata kerja intransitif (kata kerja yang tidak memerlukan penderita/objek) contohnya seperti lafadz قام زيد Zain sudah berdiri
Tanbih:
Ada beberapa cara untuk mengetahui antar fi’il muta’adi dan fi’il lazimnya yaitu
F suatu kalimat yaitu setiap lafadz yang menunjukan arti pekerjaan yang dilakukan seluruh anggota badan kita hukumnya lazim [1] Contoh ذهب = Pergi
F Dan setiap pekerjaan yang dilakukan oleh sebagian anggota tubuh kita hukumnya Muta’adi seperti lafadz ضرب = memukul
Lafadz-lafadz yang termasuk fi’il lazim yaitu
1. Lafadz yang menunjukan arti Bersih contoh طهر
2. Lafadz yang menunjukan Arti kotor contoh نجُـسَ
3. Perkara yang tidak merupakan gerakan jisim dari makna / sifat yang bertempat pada fa’il yang tidak selalu menetap [2] contohnya فَرِحَ
Adapun kalimat fi’il itu pada dasarnya ada dua macam yaitu
1. Fi’il Tsulasi ada dua macam yaitu:
a. Fi’il tsulasi mujarod (ada 6 bab)
b. Fi’il tsulasi mazid (ada 14 bab)
2. Fi’il Ruba’I ada dua macam
a. Fi’il Ruba’i mujarrod itu ada dua macam yaitu
- Fi’il Ruba’i ghoiru mulhaq (terdiri dari 1 bab)
- Fi’il Ruba’i mulhaq (terdiri 7 bab)
b. Fi’il Ruba’i mazid terdiri dari 3 bab
Untuk pertemuan ini fi’il tsulasi mujarod yang akan kita bahas.
الفعل الثلاثي
Fi’il tsulasi adalah lafadz yang huruf asalnya terdiri dari tiga huruf
Fi’il tsulasi ini sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Fi’il tsulasi mujarod adalah lafadz yang huruf asalnya tiga huruf dan sepi dari huruf zaidah contohnya seperti lafadz ضرب
Adapun fi’il tsulasi mujarod ini mempunyai enam bab yang akan dijelaskan.
2. Fi’il tsulasi mazid yaitu lafadz yang huruf asalnya tiga dan mendapatkan huruf tambahan contohnya seperti lafadz اجتمع
الفعل الثلاثي المجّرد
Pada wazannya fi’il tsulasi mujarod yang menjadi dasar perbedaan dalam setiap wazan terletak di A’il fi’il baik fi’il madhi atau mudhore’.
Kenek opo pak kok gak Fa’ utowo Lam Fi’il?..... Tanya salah satu siswa yang kreatif. Begini lo..... jika yang dijadikan tanda
a. Fa’ fi’il maka ketika shigotnya menjadi fi’il mudhore’ fa’ fi’il akan disukun sehingga tidak akan bisa dibedakan antara bab satu dengan bab yang lain.
b. Lam fi’il tidak bisa dijadikan tanda dalam setiap wazan karena lam fi’il berada di akhir kalimat yang menjadi tempatnya I’rob. Jadi selalu berubah ubah sehingga tidak bisa dijadikan tanda dalam setiap wazan.
Fi’il tsulasi mujarod itu mempunya enam bab seperti yang sering kita nadhomkan.
فتح ضّم كفَعَل ويَفْعُــلُ # موزنـــه كنصر وينصر
فتح كسر كفَعَلَ ويَفْعـِـلُ # موزنه كضرب ويضرب
فتحتان كفَعَلَ ويفعَــــلُ # موزنــــه كفَتَـــحَ ويَفْتَحُ
كسر فتح كفَعِـلَ ويَفْعَــــلُ # موزنــــه كعَلِــمَ ويَعْلَمُ
ضّم ضّم كفَعُـل ويَفْعُـلُ # موزنه كحسُنَ ويَحْسُنُ
كسرتان كفَعِلَ ويَفْعِـتلُ # موزنه كحسِـبَ ويحْسِبُ
Yang menjadi perubahan pada setiap wazan terletak pada Ain fi’ilnya baik itu fi’il Madhi atau Mudore’nya satu contoh seperti nadhm yang pertama yaitu Ain fi’il pada fi’il madhi dibaca fathah dan Ain fi’il pada fi’il mudhore’nya dibaca dhomah فَعَل يَفْعُــلُ untuk nadhom berikutnya juga sama seperti itu.
PEMBAGIHAN FI’IL DENGAN MELIHAT PENGAMALANNYA
Reviewed by Kang Sholeh
on
Minggu, Februari 05, 2012
Rating:
Reviewed by Kang Sholeh
on
Minggu, Februari 05, 2012
Rating:


Post a Comment